Berpikir Ulang Perihal Peristiwa Besar 15 Ramadhan 1433 H

Dengan menyebut asma-Nya, sang penguasa langit dan bumi. Semua yang ada di alam semesta ini terjadi atas kuasa-Nya. Bencana gunung merapi, tanah longsor, tsunami, dan bencana alam lainnya terjadi atas kehendak-Nya, tak terkecuali kejadian yang katanya akan terjadi di pertengahan bulan Ramadhan tahun 1433 H ini. Kejadian apakah itu? Berita seputar kejadian ini sekarang menyebar luas di dunia maya  “15 RAMADHAN : SERUAN DARI LANGIT“. Katanya pada tanggal 15 Ramadhan akan terdengar satu suara yang amat dahsyat yang memekakan telinga, kemungkinan akan muncul pada waktu sebelum subuh atau sebelum terbit fajar. Berikut ini adalah “Hadist” yang menjelaskan tentang kejadian tsb:

Dari Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal…”. Kami bertanya: “Suara apakah, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jum’at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari rumahnya, pada malam Jum’at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum’at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah “, karena barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa”.

Keterangan di atas sangat mengejutkan dan membuat takut, namun saya tidak langsung percaya dengan “berita” itu. Menurut QS. Al-Hujuraat: 6, kita sebagai mukmin jangan langsung percaya atas kedatangan “berita” yang tidak jelas sumbernya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

Saya mencari tahu apakah hadist tsb benar, beruntung saya menemukan tulisannya Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc. Dia mengungkapkan bahwa “hadist” itu lemah dan PALSU.

Para ulama hadits terdahulu maupun yang hidup di zaman sekarang telah menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang masalah tersebut tidak ada satu pun yang Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik ditinjau dari segi sanad hadits maupun realita yang ada. Bahkan semuanya adalah hadits-hadits munkar dan palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Sebenarnya siapa Nu’aim bin Hammad? Dia adalah seorang perowi yang Dho’if (lemah).

An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang Dho’if (lemah).” (Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/101 no.589). 

Abu Daud berkata: “Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dua puluh hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tidak mempunyai dasar sanad (sumber asli, pent).” Imam Al-Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits dalam membela As-Sunnah, dan membuat kisah-kisah palsu tentang keburukan An-Nu’man (maksudnya, Abu Hanifah, pent), yang semuanya itu adalah kedustaan.”  (Lihat Mizan Al-I’tidal karya imam Adz-Dzahabi IV/267).

Imam Adz-Dzahabi berkata tentangnya: “Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran.” (Lihat As-Siyar A’lam An-Nubala X/609).

Berikut ini adalah komentar para ulama mengenai “HADIST PALSU” ini:

Al-Uqoily rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perowi yang tsiqoh (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).” (Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52).

Ibnul jauzi rahimahullah berkata: “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Lihat Al-Maudhu’aat III/191).

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini Palsu (Maudhu’). Dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan.” Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah wa Al-Maudhu’ah no.6178, 6179).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta.”(Lihat Majmu’ Fatawa Bin Baz XXVI/339-341).

Astagfirulloh….di saat bulan Ramadhan yang suci ini masih ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan “HADIST PALSU”!!! Oleh karena itu kita sebagai muslim janganlah cepat percaya dengan berita-berita yang tidak jelas. Berpikir ulang dan periksa dahulu darimana asal berita itu, buktikan kebenarannya! Jangan sampai umat muslim mudah diprovokasi dengan berita yang tidak jelas kebenarannya.

Wallahua’lam.

Sumber tulisan:

http://islamiqolbu.blogspot.com/2012/02/peristiwa-besar-201215-ramadhan.html

http://aisyahjoharblogs.blogspot.com/2011/07/peristiwa-15-ramadhan-2012.html

http://johneox.wordpress.com/15-ramadhan-seruan-malaikat-dari-langit/

http://abufawaz.wordpress.com/2012/01/03/hadits-palsu-tentang-huru-hara-akhir-zaman-pada-hari-jumat-di-pertengahan-bulan-romadhon-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%88%D8%B6%D9%88%D8%B9-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84/

One thought on “Berpikir Ulang Perihal Peristiwa Besar 15 Ramadhan 1433 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s