Antara Real Madrid dan Granada

Setelah membaca buku “Kebangkitan Islam di Andalusia” karya Ahmad Mahmud Himayah, saya merasa masih penasaran tentang keadaan Islam pada masa itu. Karena dalam buku ini hanya menjelaskan tentang Andalusia (Granada), maka saya merasa ingin tahu tentang kehidupan masyarakat Muslim di kota lain di Negara ini, yaitu Madrid. Saya akhirnya mencoba googling dengan keyword “Sejarah Islam Madrid”, dan berharap akan mendapatkan informasi yang tepat.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya muncul beberapa tulisan tentang sejarah Islam di Spanyol. Namun diantara beberapa tulisan tersebut, ada satu yang berbeda, yaitu tulisan tentang tim sepakbola Real Madrid yang berjudul “Memalukan! Real Madrid Rela Lepaskan Salib demi 1 Milyar Dollar”. Tulisan ini ditulis oleh seorang blogger yang menamakan dirinya “Siap Murtad”. Ia menulis tentang perubahan kecil pada logo tim sepakbola Real Madrid. Berikut ini adalah kutipannya:

Diberitakan berita lokal Marca, demi mendapatkan kucuran dana 1 miliyar dollar Amerika Serikat dari Emirate, sebuah terkemuka di Uni Emirat Arab yang kini sedang membuat pulau resort bertemakan Real Madrid di UAE dengan syarat: Real Madrid diharuskan merubah logo mereka. Klub raksasa ini diminta menghapus sebuah salib kecil diatas mahkota yang menurut Emirate adalah hal yang dilarang dalam hukum Islam, bertentangan dengan syariah.

Dalam konferensi persnya pada Sabtu (30/03/2012) juru bicara Emirate menyatakan “perubahan itu, demi menghindari adanya kebingungan atau salah tafsir…” yang menurutnya sangat bertentangan dengan usaha Islamisasi yang dilakukan Muslim di seluruh dunia.

Mahkota dengan salib kecil itu adalah pemberian Raja Alfonso XIII kepada klub raksasa itu pada 1920 melalui prosesi ibadah dan pemberkatan Gereja Katolik.

Image

Inilah perubahan kecil pada logo Real Madrid.

Pada kutipan di atas, sepertinya penulis merasa kesal dan marah dengan keputusan Real Madrid melakukan perubahan kecil pada logonya. Namun kekesalan dan kemarahan umat Muslim dirasa lebih besar, jika dibandingkan dengan Kristenisasi dan penindasan terhadap umat Muslim oleh Gereja Katolik Spanyol setelah Granada runtuh (1492 M). Seluruh warga Spanyol mendeklarasikan dan menyeru untuk memusnahkan umat Muslim Andalusia, sehingga tidak terdengar lagi nama “Muslimin”. Banyak diantara mereka yang memilih mengaku bertahan dengan identitas Muslim dan langsung dihukum mati (Mahmud Himayah, 2004:9).

Usaha Islamisasi yang dilakukan oleh Emirate terhadap Real Madrid berbeda dengan usaha Kristenisasi yang dilakukan Gereja Katolik terhadap Andalusia. Tak ada korban nyawa dari Real Madrid, malah Real Madrid mendapat kucuran dana 1 Milyar Dollar Amerika.

Referensi:

http://kesalahanquran.wordpress.com/2012/04/06/memalukan-real-madrid-rela-lepaskan-salib-demi-1-milyar-dollar/#more-3411

Himayah, Ahmad Mahmud. 2004. Kebangkitan Islam di Andalusia. Bandung. Gema Insani Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s