Antara Real Madrid dan Granada

Setelah membaca buku “Kebangkitan Islam di Andalusia” karya Ahmad Mahmud Himayah, saya merasa masih penasaran tentang keadaan Islam pada masa itu. Karena dalam buku ini hanya menjelaskan tentang Andalusia (Granada), maka saya merasa ingin tahu tentang kehidupan masyarakat Muslim di kota lain di Negara ini, yaitu Madrid. Saya akhirnya mencoba googling dengan keyword “Sejarah Islam Madrid”, dan berharap akan mendapatkan informasi yang tepat.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya muncul beberapa tulisan tentang sejarah Islam di Spanyol. Namun diantara beberapa tulisan tersebut, ada satu yang berbeda, yaitu tulisan tentang tim sepakbola Real Madrid yang berjudul “Memalukan! Real Madrid Rela Lepaskan Salib demi 1 Milyar Dollar”. Tulisan ini ditulis oleh seorang blogger yang menamakan dirinya “Siap Murtad”. Ia menulis tentang perubahan kecil pada logo tim sepakbola Real Madrid. Berikut ini adalah kutipannya:

Baca lebih lanjut

PUTUS ASA? JANGAN!!!

Hari ini tepatnya jam 10 pagi, saya membuka facebook. Seperti biasa, sebelum update status, saya cek notifications dan messages. Ternyata ada 1 message baru yang belum saya baca. Message ini adalah kiriman dari Ibu Wulan Sari Part V, berikut ini adalah kutipanya:

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan selalu sial. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu disebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”

“Tidak Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak pria itu
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

Baca lebih lanjut

Holocaust dan Kebohongan

Ketika duduk di bangku sekolah, guru sejarah menerangkan tentang Holocaust. Apa itu Holcaust? Itu adalah peristiwa pembantaian kaum Yahudi ketika Perang Dunia II (PD II) yang dilakukan oleh pasukan Nazi Jerman. Orang Yahudi menyebut pembantaian ini dengan sebutan Shoah (istilah ibrani), yaitu malapetaka atau bencana besar. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar. Jadi  holocaust berarti persembahan api atau pengorbanan religius dengan pembakaran. Menurut buku-buku pelajaran sejarah yang beredar di sekolah, pasukan Nazi Jerman telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi.

Peristiwa Holocaust berkaitan dengan kebencian Jerman kepada Yahudi ketika Perang Dunia I (PD I). Pada PD I Jerman didaulat sebagai pecundang oleh Yahudi. Mulai saat itu Jerman menggaungkan perang terhadap Yahudi.
Ketika Nazi naik panggung politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda mereka disita, rencana untuk mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai terjadi pembantaian besar-besaran.

Baca lebih lanjut