Identitas Seorang Muslim (2)

Ahmad Al-Jadda’ dalam tesisnya yang berjudul WALLAHU YA’SHIMUKA MINANNAS membagi umat Islam ke dalam tiga golongan:

Golongan pertama, terdiri dari umat islam yang tercerabut dari nilai-nilai keislaman, walaupun mereka mengaku beragama Islam, seperti tercantum dalam KTP, SIM, dan Paspor. Mereka adalah umat Islam yang berkibat kepada peradaban asing, baik itu dari Timur maupun dari Barat, mereka amat loyal pada peradaban tersebut. Dengan sendirinya, ikatan semosional mereka terhadap Barat atau Timur tampak mewarnai setiap permasalahan dan peristiwa yang mereka hadapi.

Golongan kedua, terdiri atas umat Islam yang tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya dan tidak mengkaji catatan-catatan sejarah Islam yang cemerlang. Benak mereka dipenuhi dengan fitnah dan persengketaan di massa-masa mencuatnya kelemahan umat Islam di sela-sela perjalanannya selama dua belas abad memimpin sebagian besar dunia. Walaupun berada dalam kondisi sulit seperti sekarang ini, golongan ini masih tetap memiliki ikatan yang erat dengan Islam. Mereka turut merasakan penderitaan umat Islam saat tertimpa musibah dan merasa turut gembira jika umat Islam mendapatkan suatu kebaikan. Sekarang golongan ini berbaur dengan mayoritas umat Islam.

Golongan ketiga, adalah mereka yang tergabung dalam komunitas umat Islam yang menelaah ajaran Islam dan mengkaji berbagai metode serta memahami hakikatnya. Golongan ini terbagi tiga golongan: Bagian pertama adalah mereka yang menyimpang dari ajaran Islam, padahal mereka memahami ajaran Islam dengan baik. Golongan ini adalah golongan paling buruk, karena mereka mengetahui jalan yang benar tetapi mereka menghindarinya. Mereka juga memahami kebenaran tetap berpaling darinya. Pada umumnya hal ini terjadi karena mereka terlena dengan kenikmatan dan kemilau materi dunia yang fana, seperti harta, jabatan, dan popularitas. Mereka tidak menjadi hamba Allah, melainkan hamba harta, hamba jabatan, atau hamba popularitas.

Bagian kedua adalah mereka mengakui Islam sebagai agama yang benar, satu-satunya agama yang bisa menjamin kehidupan manusia menjadi baik. Namun mereka tidak mengetahui cara menerapkan manhaj ilahi ini dalam kehidupan kaum Muslimin. Mereka juga tidak menggerakkan orang-orang yang berdiam diri untuk memperjuangkan Islam dalam sebuah Negara yang menjadi pusat peradaban yang dapat diajdikan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Mereka sudah merasa cukup dengan mengakui kelayakan dan keunggulan manhaj ini. Mereka adalah orang yang berdiam diri dan tidak mau berjuang. Bagian ketiga adalah umat Islam yang mengetahui kebenaran dan memperjuangkannya. Mereka melihat jalan kebenaran dengan jelas kemudian mereka berjalan di atasnya. Mereka bertekad dan berjanji memperjuangkan Islam untuk meninggikan kalimatullah dan menerapkan hukum-Nya, lantas mereka memandang rendah barang-barang berharga yang mereka miliki demi menggapai tujuan yang tinggi lagi mulia. Mereka mempersembahkan jiwa dan nyawa mereka hingga kalimatullah tegak di muka bumi. Mereka adalah orang-orang yang aktif (al-‘alimun). Bila kita membaca penjelasan di atas, termasuk ke dalam golongan manakah kita? Dimana pun posisi kita, kita sebaiknya selalu berusaha menjadi lebih baik. Wallahua’lam.

Referensi: Ahmad Al-Jada’, Meneladani Kecerdasan Emosi Nabi Seri-1.

Oleh: Yaya Mulya Mantri

2 thoughts on “Identitas Seorang Muslim (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s